Anggrek ini benar-benar berbeda. Sepanjang hidupnya, ia tidak memiliki daun seperti anggrek pada umumnya. Keberadaannya hampir tak terlihat karena tubuhnya hanya terdiri dari akar-akar yang menempel pada batang pohon kopi. Warnanya yang mirip kulit kayu membuatnya menjadi ahli kamuflase yang hebat.

Baru ketika tiba waktunya berbunga, anggrek ini menampakkan keindahannya. Bunga-bunga kecil berwarna kuning cerah dengan bintik-bintik oranye muncul, seolah ingin menunjukkan bahwa ia benar-benar ada.

Penemuan anggrek ini berkat mata jeli seorang peneliti dari BRIN, Destario Metusala. Ia menemukan anggrek ini saat melakukan survei botani pada tahun 2019. Penemuan ini bukan hanya sebuah keberuntungan, melainkan juga sebuah catatan penting.